Isolasi Mandiri Menghadapi Covid-19

  • Whatsapp
isolasi mandiri

Anda mungkin bertanya apa yang dimaksud dengan isolasi mandiri dan bagaimana kriteria orang yang harus melakukan isolasi mandiri saat pandemi Covid-19 ini. Yuk, simak penjelasannya, lengkap dengan aktivitas apa saja yang harus kamu lakukan saat melakukan isolasi ini!

Apa itu Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri adalah isolasi untuk tinggal di rumah dan melakukan aktivitas di dalam rumah saja dan dilakukan oleh setiap individu dengan penuh kesadaran diri untuk mencegah agar penyakit yang dideritanya tidak menular kepada orang lain, khususnya mencegah Covid-19.

Kriteria Isolasi Mandiri Covid-19

Yang perlu melakukan isolasi mandiri di rumah adalah bagi mereka yang masuk dalam kriteria:

1. Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19

Mereka yang masuk dalam kriteria Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala Covid-19 tetapi hasil pemeriksaan positif atau memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19.

2. Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki gejala Covid-19 tunggal yang ringan seperti demam ≥38°C/ada riwayat demam, atau batuk atau pilek atau sakit tenggorokan dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal.

3. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Ringan

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang memiliki lebih dari 1 gejala Covid-19 yang ringan atau orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam 38°C/ada riwayat demam, disertai dengan salah satu gejala penyakit seperti batuk/pilek/sakit tenggorokan dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisi lokal atau memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dan tidak memiliki penyakit penyerta seperti penyakit Paru, Diabetes Melitus, Jantung, Ginjal dan penyakit immunocompromised.

4. Konfirmasi dengan Gejala Ringan

Mereka yang masuk dalam kriteria Konfirmasi adalah orang yang dinyatakan positif terkena virus SARS COV-2 atau menderita Covid-19 dengan gejala yang ringan infeksi saluran pernapasan akut (demam ≥38°C/ada riwayat demam, batuk/pilek, sakit tenggorokan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Anda tidak perlu panik bila Anda diharuskan untuk melakukan isolasi di rumah secara mandiri, tetapi lakukan dengan tenang dan penuh kesadaran untuk turut berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19 kepada anggota keluarga yang lain maupun kepada masyarakat sekitar.

Aktivitas Ketika Isolasi Mandiri

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan selama menjalankan isolasi mandiri, antara lain:

  1. Selalu gunakan masker, ganti masker setiap hari dan segera buang di dalam tempat sampah yang tertutup dan sesudahnya cuci tangan dengan benar.
  2. Mencuci tangan lebih sering dengan sabun dan air mengalir selama 40-60 detik atau handsanitizer selama 20-30 detik.
  3. Hindari pemakaian alat makan (piring, sendok, garpu, gelas, mangkuk) secara bersamaan. Cuci alat makan dengan sabun dan air mengalir.
  4. Pisahkan peralatan mandi yang terpisah dengan anggota keluarga yang lain seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi, handuk, dan lain-lain.
  5. Upayakan ruang terpisah dengan ventilasi yang baik (memiliki jendela terbuka) dengan anggota keluarga yang lain dan tetap jaga jarak (physical distancing) dengan anggota keluarga yang lain minimal 1 meter.
  6. Batasi jumlah orang yang merawat pasien. Idealnya satu orang yang benar-benar sehat tanpa memiliki gangguan kesehatan lain atau gangguan kekebalan.
  7. Hindari kunjungan dari kerabat.
  8. Konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.
  9. Jaga kebersihan rumah dan gunakan cairan desinfektan.
  10. Lakukan pengecekan suhu tubuh setiap hari.
  11. Tetap di rumah dan alat komunikasi mudah dihubungi (untuk pemantauan dari petugas kesehatan).
  12. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker, hindari kerumunan/keramaian, lakukan etika batuk, dan sering cuci tangan dengan benar.
  13. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik.
  14. Berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi selama (+15-30 menit)
  15. Hubungi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila terjadi perubahan kondisi atau sakit berlanjut seperti sesak nafas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
  16. Selalu berpikir positif dan optimis.

Baca Juga: Pelatihan Penanganan SARS-COV-2 (COVID-19?

Referensi: Website Kemkes.go.id, App SehatPedia, dan Protokol Tanggap Pandemi Covid-19.

Mari kita cegah dan berantas Covid-19 mulai dari diri kita sendiri dengan selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jangan panik dan tetap waspada.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *