+10 Ramuan Obat Panu Alami dan Tradisional, Paling Ampuh!

  • Whatsapp
obat panu alami

#SobatPoltekkes, di artikel sebelumnya mimin telah menguraikan tentang istilah panu beserta gejala, penyebab serta rekomendasi obat yang ada di apotek. Nah, kali ini mimin bakal menjelaskan terkait obat panu alami yang ampuh mengatasi masalah panu. Disimak yah!

10 Ramuan Obat Panu Alami

Dihimpun dari beberapa buku sebagai referensi, berikut beberapa ramuan tradisional yang dapat dibuat untuk mengatasi panu alias panuan, antara lain:

1. Ramuan Ke I

Ramuan 1 Obat Panu Alami

  • Bahan: Satu jari jahe dan sepuluh ekor semut hitam
  • Cara membuat: Jahe dicuci hingga bersih lalu diparut. Masukkan semut hitam ke dalam parutan jahe, kemudian diremas-remas hingga rata.
  • Cara pakai: Oleskan campuran kedua bahan tersebut di bagian kulit yang terkena panu. Supaya hasilnya maksimal, lakukan tiga kali sehari.

2. Ramuan Ke II

ramuan 2

  • Bahan: Satu ibu jari rimang lengkuas
  • Cara membuat dan memakai: Rimpang lengkuas dicuci, lalu diparut dan diperas airnya. Gosokkan air perasan tadi di bagian kulit yang terkena panu. Selain di parut, rimpang bisa dipotong atau dipatahkan kemudian digunakan untuk menggosok panu. Supaya tidak terluka, gosoklah secara perlahan. Lakukan tiga kali sehari sampai panu benar-benar sembuh.

3. Ramuan Ke III

ketepeng kebo dan bawang putih untuk obat panu alami

  • Bahan: Setengah genggam daun ketepeng kebo dan dua siung bawang putih
  • Cara membuat dan memakai: kedua bahan tersebut dicuci dan dilumatkan. Oleskan ramuan di bagian kulit yang terkena panu. Oleskan tiga kali sehari.

4. Ramuan Ke IV

ramuan 4

  • Bahan: Dua sendok makan belerang, satu sendok makan garam, dan air jeruk nipis secukupnya.
  • Cara membuat: Belerang dihaluskan, lalu dicampurkan dengan garam dan air jeruk nipis secukupnya. Aduk hingga bahan tercampur rata.
  • Cara memakai: Ramuan tadi digosokkan di bagian kulit yang terkena panu, tiga kali sehari.

5. Ramuan Ke V

ramuan 5

  • Bahan: sepuluh biji belimbing wuluh dan kapur sirih
  • Cara membuat dan memakai: biji belimbing dicuci bersih, lalu digiling halus. Tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, aduk dan gosokkan dibagian kulit yang terserang panu.

6. Menghilangkan panu dengan Lidah Buaya

belimbing untuk obat herbal panu

Bahan: Lidah buaya 1 batang
Cara memakai: Ambil 1 batang daun lidah buaya, lalu belah menjadi dua dan gosokkan gel lidah buaya pada kulit yang terinfeksi jamur. Biarkan kering lalu bilas dengan air hangat.

7. Cara menghilangkan panu dengan Lengkuas

obat panu alami dengan lengkuas

Bahan: Lengkuas
Cara membuat dan memakai: Ambil lengkuas secukupnya lalu memarkan, tempelkan lengkuas yang telah dimemarkan tadi pada area kulit yang terinfeksi jamur. Tunggu sampai kering lalu bilas dengan air hangat.

8. Cara menghilangkan panu dengan Bawang Putih

obat panu alami dengan bawang putih

  • Bahan: Bawang putih
  • Cara membuat dan memakai: Tumbuk halus beberapa siung bawang putih, kemudian gunakan tumbukan bawang putih untuk mengompres area kulit yang terinfeksi jamur 3 kali dalam sehari.

“Sangat penting untuk melanjutkan pengobatan ini selama satu atau dua minggu setelah ruam berkurang untuk mencegah infeksi kembali muncul”.

9. Cara menghilangkan panu dengan Daun Tembakau

obat panu alami dengan tembakau

  • Bahan: daun tembakau
  • Cara membuat dan memakai: Ambil beberapa helain daun tembakau lalu ditumbuk halus, setelah itu oleskan pada kulit yang terinfeksi jamur. Lakukan perawatan ini secara teratur 1-2 kali sehari.

10. Cara menghilangkan panu dengan Belerang

obat panu alami dengan belerang

  • Bahan: Belerang atau sulfur
  • Cara membuat dan memakai: Gunakan belerang cair yang bisa diperjualbelikan ditoko obat untuk mengkompres area kulit yang terinfeksi jamur. Biarkan kering sebentar dan bilas. Lakukan 1-2 kali sehari hingga infeksi sembuh.

Baca Juga: Min, aku jerwatan, Obatnya apa yah?

Referensi:

• Buku 273 ramuan tradisional untuk mengatasi aneka penyakit/Redaksi Agromedia; penyunting: Agung. Jakarta: agromedia Pustaka. 2008.
• Buku Penyakit menular disekitar anda (begitu mudah menular dan berbahaya, kenali, hindari, dan jauhi jangan sampai tertular). Jakarta: pustaka ilmu. 2015.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *