Profil Kesehatan Indonesia

  • Whatsapp

Poltekkes.id – Artikel ini adalah lanjutan dari analisis pencapaian pembangunan millennium Indonesia, yang secara kompleks akan kita perdalam dengan melihat kondisi profil kesehatan Indonesia.

Pusat Data dan Informasi Tahun 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan membagi profil kesehatan Indonesia ke dalam tujuh bagian: Demografi, sarana kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan kesehatan, kesehatan keluarga, pengendalian penyakit, dan kesehatan lingkungan.

Baca Juga: Pencapaian Indonesia dalam Pembangunan Millenium

Mahasiswa atau peneliti yang ingin meliput dan menulis tentang isu kesehatan bisa merujuk pada berbagai tabel yang tersedia di dalam dokumen ini sebagai acuan termasuk detil di tiap provinsi.

Aspek Kesehatan Indonesia

Tujuh aspek kesehatan ini mencakup inti informasi sebagai berikut:

Diagram Aspek Kesehatan Indonesia

Demografi

Tabel demografi untuk jumlah dan persentase penduduk miskin rentang tahun 2000-2014 di desa dan kota menunjukkan ada penurunan yang konsisten. Dikutip dari Badan Pusat Statistik 2015, data September 2014 menunjukkan ada 27,73 juta orang miskin dari 247,42 juta penduduk Indonesia, atau 10,96 persen dengan proporsi 8,16% berada di kota dan 13,76% di desa.

Informasi lebih lanjut mengenai demografi kemiskinan juga bisa dilihat di dalam dokumen ini. Konsep dan metodologi mengukur kemiskinan yang dilakukan oleh BPS bisa dilihat di http://www.bps. go.id/Subjek/view/id/23.

Sarana Kesehatan

Jumlah puskesmas dan rasio terhadap penduduk, perawatan rawat inap dan non rawat inap, jumlah puskesmas dan rumah sakit menurut pengelola, kelas perawatan, dan provinsi, jumlah layanan HIV/AIDS dan IMS, jumlah unit wilayah dan posyandu, dan jumlah peserta didik program kesehatan.

Tenaga Kesehatan

Rekapitulasi SDM Kesehatan menurut jenis tenaga dan provinsi, SDM kesehatan di puskesmas, rasio dokter umum, dokter gigi, perawat dan bidan, status tenaga kesehatan, dan jumlah tenaga kesehatan menurut kriteria wilayah dan provinsi.

Pembiayaan Kesehatan

Mencakup data alokasi dan realisasi anggaran Kementerian Kesehatan 2014, realisasi Dana Dekonsentrasi Kesehatan 2014, APBD per provinsi, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS, dan CBG.

Kesehatan keluarga

Mencakup akses layanan dan persalinan untuk ibu hamil dan balita, imunisasi pada perempuan, bayi dan anak, KB, berat badan lahir balita, kunjungan pascakelahiran, ASI eksklusif, kasus gizi buruk, dan layanan puskesmas untuk anak dan remaja termasuk kasus kekerasan.

Pengendalian Penyakit

Ada 11 penyakit yang masuk ke dalam data diantaranya tuberculosis, HIV/AIDS, pneumonia, diare, kusta, tetanus, campak, difteri, polio, malaria, dan DBD.

Kesehatan Lingkungan

Data ini fokus pada sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, akses terhadap air minum berkualitas, akses terhadap sanitasi yang layak, rumah sehat, tempat umum sehat, pengelolaan makanan, dan pengelolaan limbah medis.

Penutup

Isu kesehatan bukan tema yang asing bagi jurnalis di Indonesia. Persoalan kondisi dan sistem kesehatan merupakan hal yang amat dekat bagi para jurnalis di daerah maupun ibukota.

Berbagai tema kesehatan kerap muncul sebagai berita halaman satu koran, investigasi mendalam majalah mingguan, laporan utama reporter radio dan daring, hingga laporan pandangan mata langsung dari lokasi yang disiarkan stasiun televisi (live).

Berita kesehatan yang marak diangkat oleh jurnalis di Indonesia selama ini umumnya berkaitan dengan suatu wabah yang melanda suatu kawasan pada waktu tertentu (contoh MERS, Flu Burung, Flu Singapura) atau berita layanan kesehatan.

Baca Juga: Kebijakan Kesehatan Nasional

Salah satu contoh berita kesehatan ditulis harian Kompas pada September 2015 yang berjudul “Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan”.

Berita ini menyoal sejumlah wilayah yang mengalami kebakaran hutan sehingga asap yang ditimbulkan mengancam kualitas udara dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Selain itu, hingga saat ini Indonesia masih menghadapi persoalan diskriminasi layanan kesehatan bagi rakyat miskin. Isu ini juga kerap muncul di dalam pemberitaan. Salah satu contoh adalah berita yang ditulis oleh metrotvnews.com tentang penolakan terhadap pasien BPJS Kesehatan.

Sebelumnya, pemberitaan yang marak terkait dengan kesehatan adalah indikasi korupsi pembelian alat kesehatan (alkes) di sejumlah daerah seperti di Tangerang Selatan, Bali, Mataram, Kendari, Medan, Jambi dan Banten.

Dengan adanya urgensi untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang merata, kesenjangan dalam layanan kesehatan ini perlu ditelisik, salah satunya dengan mencermati alokasi anggaran kesehatan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *